WordPress, Permalink dan Ego

sedikit membahas permalink pada wordpress dan Ego

Most of the shadows of this life are caused by our standing in our own sunshine. Ralph Waldo Emerson

sedikit membahas permalink pada wordpress dan Ego

Last Modif at July 8th, 2011

Dengan alasan SEO, banyak narablog yang menyetting permalink blog mereka ke /%postname%/ atau output-nya : domain.com/url-post

Menurut sobat ‘apakah setting permalink seperti diatas baik untuk netter khususnya yang baru kenal internet? Kita kan tahu, kalau lebih dari 50% netter mencari informasi melalui search engine. Banyak yang menemukan informasi sesuai dengan harapan banyak pula yang nyasar ke website-website ngga jelas, anggaplah AGC salah satunya.
Disini saya ngga bahas AGC atau semacamnya, wong udah banyak yang bahas, saya hanya ingin sedikit menyinggung masalah permalink pada wordpress.
Menurut saya, secara tidak langsung, setting permalink ini mempengaruhi keakuratan informasi yang didapat oleh netter. Ok, itu teorinya, mari kita coba menghayal ke peraktek dilapangan.

Misal ada seseorang yang mencari informasi lowongan kerja melalui search engine, ada kemungkinan ia memasukan keyword lowongan kerja ‘saja’.

lalu pada hasil pencarian kira-kira seperti ini

Judul : Info Lowongan kerja
Deskripsi : bla bla bla bla
Permalink : http://domain.com/info-lowongan-kerja

Judul : Info Lowongan kerja
Deskripsi : bla bla bla bla
Permalink : http://domain.com/2007/04/info-lowongan-kerja

Judul : Info Lowongan kerja
Deskripsi : bla bla bla bla
Permalink : http://domain.com/2011/04/info-lowongan-kerja

Dari contoh diatas, kemungkinan yang di klik adalah yang paling atas. MASALAHNYA DIMANA? Bagaimana jika postingan yang paling atas itu dibuat tahun 2006? hayo, coba pikirkan apakah si netter tadi menemukan info yang relevan? saya rasa tidak, hasilnya #waktu_terbuang.

Nah, maka dari itu saran terbaik untuk setting permalink adalah

  • /%year%/%monthnum%/%day%/%postname%/ autput: http://domain.com/tahun/bulan/tanggal/judul-post/,
    atau
  • /%year%/%monthnum%/%postname%/ autput: http://domain.com/tahun/bulan/judul-post/

Dengan setting permalink seperti ini ‘domain.com/tahun/bulan/judul-post’, setidaknya netter akan tahu kapan tulisan itu dibuat, dengan demikian si netter tadi lebih bisa menyeleksi mana yang harus diklik dan mana yg tidak.

Ok, contoh diatas adalah anggaplah bukan untuk kita, bagaimana jika ini terjadi kepada kita? baiklah ‘kita asumsikan sobat mencari tutorial ‘anggaplah’ Upload file with PHP.
sekarang PHP udah rilis versi berapa?
nah, anggaplah ada sebuah blog yang mambahas hal yang kita cari pada tahun 2005. Tahun 2005 itu PHP versi berapa yah? masalahnya disini ialah si pemilik blog me-setting permalinkya anggaplah seperti ini misal http://domain.com/judul(tanpa tahun dan tanggal).
setelah itu sobat mencoba menerapkannya di ‘anggaplah’ localhost dimana versi php yang terinstall sekarang adalah versi terbaru. Oh, saya ngga bisa bayangkan apa yang akan terjadi.

Diatas adalah dua contoh kecil yang mungkin bisa terjadi ‘ataupun tidak’, contoh lagi : ‘misal sobat mencari tutorial wordpress’, sekarang wordpress udah versi berapa? Di luar sana banyak yang ngebahas tutorial wordpress versi lawas yang ngga di upgrade-upgrade, ‘saya sudah mencoba memperbaikinya untuk di indaam.net’. well, mari berharap si pengelolah blog menyadari pentingnya memperbaiki tulisan yang lawas itu.
Intinya, mungkin lebih baik jika set permalink itu menyertakan tahun dan bulanya, kalaupun permalinknya ngga peke tahun dan bulan, setidaknya kita bisa nemambahkan:

ditulis pada tahun:

Kembali ke ego
Saya yakin, sobat pasti menginginkan visitor yang banya dari SE, iakan? sama bos, saya juga ingin yang seperti itu. Namun disisi lain, kita juga harus peduli ke netter yang datang ke weblog/website kita. Kan kasihan kalo misal : Dia udah baca panjang-panjang, eh ternyata postinganya tiga atau empat tahun lalu, syukur kalo tulisan itu diupdate, nah kalo diterlantarkan gitu ajah? Saya rasa itu sama dengan kita mambantu membuang waktu mereka. well, semua itu kembali ke diri dan sikap masaing-masing, mari kita renungkan apa yang terbaik untuk anda dan semua.

Yah, dunia emang diselimuti dengan hal postif dan negatif atau hal yang baik dan buruk, kalo ngga gituh dunia ini pasti jadi ngga seru, sekarang sobat mau jadi yang baik atau yang buruk?

Just Opinion

Indam

A geek, frontend developer. Like you, coding & experiment.
#web #design #ui #ux #standard #dreamer
#welding #interisti #beer #coffee

16 thoughts on “WordPress, Permalink dan Ego”

  1. Semuanya terus berkembang,,seharusnya memang di update tutorial tersebut.
    Ganti tampilan nih…hehe

  2. indam says:

    Bang Hendro,
    Ia, Seharusnya kita harus peduli dengan apa yang udah kita tulis–ia, seperti yang Bang Hendro lihat : berubah sedikit…

  3. iskandaria says:

    Bener juga sih mas. Manfaatnya lebih kepada usability bagi user kalau begitu. Sayangnya, saya dulu udah keburu termakan mitos SEO bahwa permalink yang cuma menampilkan judul post adalah yang terbaik.

    Oya, saya juga pernah baca, bahwa permalink yang menampilkan tahun dan bulan bisa lebih cepat dipanggil daripada permalink yang cuma menampilkan judul post. Jadi, kemungkinan akan lebih cepat loadingnya. Tapi hal ini masih membutuhkan riset lebih lanjut.

    Oya, kalau saya mengubah kembali permalink ke settingan yang ada tahun dan bulan, apakah harus pakai script .htaccess lagi biar ngga terjadi broken link pada settingan lama yang sudah keburu terindeks? Istilahnya, apakah harus pakai script redirect?

    1. Alwi says:

      Saya setuju dengan permalink dg struktur seperti yg dimaksudkan di postingan ini baik dari sisi usability bagi user dan juga kecepatan loading untuk meringankan load server jika postingannya sangat banyak plus sudah lebih dari 1 tahun ;

      For performance reasons, it is not a good idea to start your permalink structure with the category, tag, author, or postname fields.
      The reason is that these are text fields, and using them at the beginning of your permalink structure it takes more time for WordPress to distinguish your Post URLs from Page URLs (which always use the text “page slug” as the URL), and to compensate, WordPress stores a lot of extra information in its database (so much that sites with lots of Pages have experienced difficulties).

      Hal ini terjadi karena ketika path pertama permalink tidak berupa angka atau teks statik, WordPress terpaksa harus mencari tahu terlebih dahulu apakah teks tersebut sebenarnya. Apakah dia URL untuk halaman page, feed, comment, archive, tag, atau bahkan URL ke halaman search. Dan proses ini melibatkan perbandingan satu persatu dengan URL rewrite rules yang tersimpan di database.

      yg jadi sedikit problem ketika postingan kita sudah ratusan harus ganti dg permalink yg baru, dari pengalamanku ganti permalink dari /%category%/%postname%/ ke /%postname%.html
      dari sisi SERP memang tidak terlalu ngaruh (masih bagus) jika kita menggunakan redirect permalink baik dg plugin atau dg .htaccess, masalahnya walaupun saya sudah gunakan teknik2 cara pindah permalink yg benar plus sudah menerapkan canonical terhadap struktur permalink (url) yg baru tapi nyatanya menimbulkan banyak duplicate content url yg lama dg yg baru masih sama2 keindex, memang gak lama sich kira2 1-3 bulan, tapi sempat deg2an karena duplicate content-nya sampai ratusan sesuai jumlah postingan sebelumnya, takut kena penalti Google, tapi alhamdulillah aman2 saja … setelah 1-3 bulan permalink lama hilang dan bersih dari index dan berganti dg permalink yg baru, jadi masih trauma kalau mau ganti ke /%year%/%monthnum%/%day%/%postname%/
      atau
      /%year%/%monthnum%/%postname%/

      1. indam says:

        Jadi, apakah permalinknya akan dipertahankan tetap seperti itu?

    2. Alwi says:

      Waduh dah koment sepanjang sungai nil kok hilang dimakan si Aki

  4. Indam says:

    Mas Is,
    Setahu saya wordpress 3.0+ sudah auto redirect jika struktur permalinknya diganti, jadi kalo pengunjungnya dari search engine akan diredirect ke url yang baru.
    saran : tes di localhost.
    Oia, kalo struktur permalink yang pake ekstensi .html .php .xhtm itu saya kurang paham. Sedangkan dampak di SE ‘jika ganti permalink’ mungkin berdampak negatif

    Referensi : http://codex.wordpress.org/Using_Permalinks

  5. tapi kan biasanya setiap postingan ada tanggalnya…
    memang sih di blog ini gag ada. tapi ada juga sebagian yang ada.
    Judul posting, terus dibawahnya penulis dan tanggal.

  6. indam says:

    jaka,
    Lebih baik mana jika di permalinknya ada tahun beserta bulannya?

  7. Nurul Imam says:

    Adik saya malah bikin theme di masukin agc dan permalinknya selalu di apdet hehhehe misalnya bulan mei kasih permalink 2011/05/blalalala dan juni di ganti lagi menjadi 2011/06/blalallala saya rasa para pencari tetep bingung jika hanya mengandalkan google tanpa syntax

  8. Rudy Azhar says:

    Saya sudah mengganti permalink sebelum sempat membaca postingan ini, tapi yang saya tambahkan bukan tahun dan bulan melainkan id-post. jadi permalink blog saya akan nampak seperti http://www.namablog.com/id_post-judul post/

    Memang saya sudah tahu kalau permalink yang baik menampilkan tahun dan bulan tapi saya rasa kok jadi kepanjangan.

    Apakah permalink yang saya pakai sudah termasuk baik?

    1. indam says:

      Bang Rudy, komentar paman Aldy ‘mungkin sudah bisa mnejawab itu’

  9. zholieh says:

    Kalau misalnya udah pake permalink yang ada bulan tahunnya tapi juga menggunakan breadcrumb, bukankah nantinya permalinknya juga tidak akan terlihat di hasil pencarian? Atau bagaimana?
    CMIIW

    1. indam says:

      Maaf bro, saya juga kurang paham masalah itu … :)

    2. rikad says:

      bener juga sih kalo untuk contoh kasus di atas yang user lagi search di si mbah.

      permalink apapun(jika ada breadcrumbnya) di SE akan gantikan dengan breadcrumb (url blog nya gak keliatan).

  10. blog remaja says:

    Semuanya terus berkembang,,seharusnya memang di update tutorial tersebut.
    Ganti tampilan nih…hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Disclaimer, FAQ & License

Hello Gaes, untuk tujuan apapun semua content text di blog ini dapat di copas, tanpa harus menulis sumbernya. Namun content yang berupa gambar--harus Anda periksa kembali lisensinya.

Adapun(mungkin) sebagian content blog ini sudah kadaluarsa atau sudah tidak relevan, contoh :'Theme default WordPress 3+ adalah Twentyten 'apakah selamanya Twentyten?' ngga kan? Indam selaku pengelolah berharap melaporkan jika menemukan content basi yang mungkin dapat menimbulkan salah persepsi tentang content dan konsep itu sendiri. Oia, karena blog ini bersifat pribadi dan bukan untuk komersil, mungkin anda juga akan menemukan tulisan tentang aku dan hal-hal rancu yang sama sekali ngga ada hubungan dengan web dan blog-blogan. Perlu dicatat: Indam selaku pengelolah tidak bertanggung jawab atas kerugian materi, waktu, tenaga, pikiran yang mungkin ditimbulkan dari sini. So, pandai-pandai yah dalam memilah informasi. Thanks for reading.

Quote

Ketika Anda melihat orang lain mengangkat dirinya dengan cara merendahkan orang lain, sebenarnya orang itu lebih rendah dari mereka yang direndahkan. Phidias--greece filsuf

+
-