Teman Lama Untuk Selamanya

Teman Lama Untuk Selamanya, underground always myfrinds forever

komunitas itu terbentuk karena adanya ideologi yang sama, dan jika tidak ada rasa nyaman maka komunitas itu ngga akan terbentuk.

Teman Lama Untuk Selamanya, underground always myfrinds forever

Last Modif at July 8th, 2011

Disesela-sela job yang sangat menyita waktu kamarin(seminggu yang lalu), sabtu sorenya saya nyempatin untuk hadir di SENGKETA BAWAH TANAH(underground musick parade). acara itu mengingatkan saya dengan masa lalu saya. Dari smp kelas tiga sampai sma kelas 2, keseharian saya lumayan kental dengan underground, dulunya nama gank kami adalah simpunk. Simpunk ini lumayan terkenal di kota Bontang terutama di Loktuan. walopun simpunk ini terkenal tapi tetap saja tidak ada rasa bangga. why? simpunk ini terkenal karena semuanya yang berbau Negatif :(

masih tentang masa lalu, dulu itu(sejak smp) saya sudah kenal miras golongan B, perkelahian, pemalakan, o*at2-a* dan beberapa yang berbau kriminal. saya ngga tahu, kenapa itu bisa terjadi, yah mungkin karena lingkungan saya sudah seperti itu ditambah or*n* t*a yan* n*g* p*rn*h a**r, lagian ketika itu saya masih sangat muda dan sangat mudah terpengaruh. jadi, mohon dimaklumi dan maafkan jika kesalahan itu pernah terjadi.

wel, semua itu masa lalu, saya sudah meninggalkanya dan hidup saya normal seperti kalian.

punk dan black metal

punk dan black metal(ganre musik) ini berdiri diatas satu bendera yang sama yaitu underground, biasanya orang-orang menganggap black metal itu sama dengan underground. beda bro, black metal itu adalah bagian dari underground, lebih tepatnya black matal, punk, gothic adalah underground alias underground bukan hanya black metal. sebenranya jika dibahas lebih rinci, underground ini sangat beragam ,masih ada brutal, gothic, death metal, thrash metal, punk street dll.

style dan accesoris

biasanya underground ini sangat kental dengan hitam, putih, tindik, tatto, mohawk(punk), spiral(black metal), spike, celontengan(black metal) walaupun ber-style seperti itu, yang pasti kami bukan sampah dan kami takan pernah mati(punk). kami juga bukan perusuh dan perusak, jika kami perusak hanya kalian yang mengatakan itu.

back to SENGKETA BAWAH TANAH

sengketa bawah tanah ini adalah parade musik, pesertanya band-band yang ber-ganre underground, musik pop ngga ada disini. jadi yang hadir kami-kami saja, walaupun ngga seramai acara musik pop-popan. tapi, kami menikmati acara ini. kami datang beramai-ramai, pukul 01.00 pm, saya meminta izin untuk mengahadiri acara, setelah diberi izin, teman-taman dari loktuan berkunjung dulu ke tempat saya bekerja, setelah itu kami-pun berangkat bersama-sama. sesampainya disana(tempat acara) kami gabung dengan teman-taman dari sangatta, beberapa menit ngobrol, kami-pun masuk kedalam gedung untuk menonton acara musik tadi. Di dalam, kami hanya menonton musik, saya beserta teman “nggak ada yang ikut pogo maupun nge-headbank(joget)”. pengen sih ikut pogo, tapi teman-teman ngga ada yang mau. jadi, kami hanya nonton dan dengerin aja :)

saya dan mereka

yang pasti saya senang dengan mereka dan saya ngga pernah menyesal berteman dengan mereka. mereka mengajarkan saya banyak hal, satu yang paling saya suka dari mereka yaituh “kami tidak mengenal perbedaan”, kami tidak memandang ras, suku, agama ‘kita semua sama’. dan itu saya terapkan sampai sekarang, saya berteman dengan siapa saja mulai dari pemabuk, napi, preman, pemalak, pengamen, p*m**a*, blogger, programing, penulis, p*k, semua saya temamin dan saya tidak pernah takut berteman dengan kalian, toh “kita semua sama”.

kenapa ngga aktif dengan mereka?

yang pasti ‘mereka akan selalu dihati saya. awal mulanya, ketika itu saya lagi ada masalah yang cukup besar, beberapa bulan berselang ‘saya-pun memutuskan untuk netap dengan ibu saya di sangatta’ lama berselang, saya ngga jumpa mereka lagi. ketika balik ke bontang, teman-teman saya terbagi dua kelompok. kelompok pertama masih seperti dulu, sedangkan kelompok kedua tidak seperti dulu lagi. karena di kelompok kedua banyak teman akrab saya, sayapun gabung dengan kelompok kedua. jika kami bertemu, kami masih saling sapa dan menghormati. di kelompok saya yang sekarang ‘sudah pada kenal dunia maya ‘saya yang paling sok tahu tentang dunia maya ini’ mungkin karena ketika di sanggata dulu saya sering membeli dan membaca buku tentang internet. bebera teman saya yang sekarang masih ada yang doyan miras, saya sudah menghindari itu. kalau-pun teman saya miras ‘paling saya hanya temanin ngobrol’ dan sesekali ikut membantu. Dulu ketika dirawat 2 minggu di rumah sakit, kata dokter saya terena **** jadi saya ngga boleh minum lagi. jadi “yah ngga boleh minum”. satu lagi, sebenarnya saya ingin berhenti ngerokok dan ngopi, tapi “nggak tahu kenapa” sulit banget rasanya :( ada yang bisa bantu?

Berteman itu

saya sangat senang berteman, banyak pengalaman yang saya dapat dari berteman ini. terkadang saya sulit menyesuaikan jika berbaur dengan orang-orang yang kondisinya berbeda dengan saya, di lingkunagan kami, ucapan berbau kasar itu dianggap biasa, jadi kami sudah saling memaklumi, rumit-nya ialah jika bertemu dengan teman yang lainya, salah ucap aja “terkadang sudah tersinggung”.
wel, untuk menyiasati itu kita harus pandai menjaga ucapan trus satu pesan saya ‘jangan-lah jadi orang yang banyak omong kosong, karena dimana-mana ‘orang yang banyak omong kosong itu’ selalu di benci.

Dengan ini, saya juga sudah semakin sadar “bahwa betapa tidak bergunaya sok jagoan itu”. Dan yang paling penting juga ialah kontrol emosi, sangat indah jika kita bisa mngontrol emosi. gimana jika kita dikatakan pengecut? ngga sobat, orang-orang yang cepat naik pitam itu-lah yang sebenarnya pengecut. sekali lagi “sok jagoan itu ngga ada gunanya”.

NB
Jangan menilai mereka dari luar, kita semua memiliki hati yang sama, kita semua baik. jika kita berbuat kesalahan itu karena hanya ada masalah, kita tahu “kondisi dan lingkungan kita berbeda-beda”. sebuah komunitas terbentuk karana adanya ideologi yang sama dan jika tidak ada rasa nyaman maka komunitas itu takan ada.

berikut adalah beberapa gambar hancur yang sempat saya ambil pas “sengketa bawah tanah” acara menggunakan kamera handphone 2 mpx. sisanya ada di indam on facebook

underground bontang
underground bontang
underground bontang
underground bontang
underground bontang
underground bontang
underground bontang

underground bontang

NB
wew, ternyata facebook bisa dijadikan image hosting ya… kira-kira pihak facebook, marah ngga ya?

foto-tarakhir adalah sobat-sobatku yang sekarang

Indam

A geek, frontend developer. Like you, coding & experiment.
#web #design #ui #ux #standard #dreamer
#welding #interisti #beer #coffee

12 thoughts on “Teman Lama Untuk Selamanya”

  1. aldy says:

    Hidup, kata orang bijak seperti roda pedati. Kita semua punya masa lalu dan jangan pernah sesali itu. Siapapun orang yang pernah berada dimasa lalu kita, mereka adalah teman/saudara/sahabat yang sedikit banyak memberikan andil dalam pembentukan karakter.

    Terus jalani kawan, perbedaan hanya akan menimbulkan perpecahan!.

    1. ganda says:

      Bukankah perbedaan itu indah? Bhinneka Tunggal Ika.

  2. indam says:

    Aldy,
    ia bro, saya harus menatap ke depan untuk menjalani hidup kedepan.
    Saya tidak ingin terpuruk dgn masa lalu, saya akan buktikan kalau saya bukan pecundang.

  3. Rudy Azhar says:

    Teman-teman lamanya kebanyakan anak “Punk” ya?

  4. indam says:

    Rudy,
    kurang lebih seperti itu. Teman lama, tapi akan selalu menjadi teman

  5. dHaNy says:

    Hidup memang siklus yang kita gak tahu kapan diatas dan kapan dibawah gan… So be happy aja..
    Soal facebook sbg image hosting saya pernah tuh sekali ngambil tapi sekarang saya upload di hosting blog ndiri.. Oh ya pake picassa juga bagus..

    1. indam says:

      hehehehe,
      dulu pas masih di blogspot dan co .cc, saya menggunakan picasa :)

  6. ArdianZzZ says:

    Jadi ingat jaman SMP & SMA. Saat itu semangat-semangat itu ada di baju, rambut, dan asesoris. Sekarang tidak lagi, semangat itu ada di jiwa. :P

    Haha, aneh. Saat ini banyak orang yang mengaku “punk” yang memuja kebebasan justru terbelenggu dibalik style, musik dan gaya rambut mereka.

  7. indam says:

    Ardianzzz,
    ia bro, saya sendiri awalnya menyukai mereka dari style.
    Lama berselang, saya mulai tahu ‘pola pikir dan visi mereka.

    Kalaupun mereka seperti itu ‘hanya memikirkan style’, cepat atau lambat mereka akan tahu apa itu ‘punk’, itu jika mereka bertemu dgn senior.
    Dulunya marjinal pernah datang ke Bongtang, dari situ saya sedikit tahu tentang punk, walaupun hanya sedikit.

    Satu yang saya ingat ‘tubuh hanya menyisakan tulang jika mati’

  8. dullah says:

    mantab dam…..
    PUNK NOT DIE!!!!!!

    1. indam says:

      thanks old friend :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Disclaimer, FAQ & License

Hello Gaes, untuk tujuan apapun semua content text di blog ini dapat di copas, tanpa harus menulis sumbernya. Namun content yang berupa gambar--harus Anda periksa kembali lisensinya.

Adapun(mungkin) sebagian content blog ini sudah kadaluarsa atau sudah tidak relevan, contoh :'Theme default WordPress 3+ adalah Twentyten 'apakah selamanya Twentyten?' ngga kan? Indam selaku pengelolah berharap melaporkan jika menemukan content basi yang mungkin dapat menimbulkan salah persepsi tentang content dan konsep itu sendiri. Oia, karena blog ini bersifat pribadi dan bukan untuk komersil, mungkin anda juga akan menemukan tulisan tentang aku dan hal-hal rancu yang sama sekali ngga ada hubungan dengan web dan blog-blogan. Perlu dicatat: Indam selaku pengelolah tidak bertanggung jawab atas kerugian materi, waktu, tenaga, pikiran yang mungkin ditimbulkan dari sini. So, pandai-pandai yah dalam memilah informasi. Thanks for reading.

Quote

Ketika Anda melihat orang lain mengangkat dirinya dengan cara merendahkan orang lain, sebenarnya orang itu lebih rendah dari mereka yang direndahkan. Phidias--greece filsuf

+
-