Ganti Themes Single Post yang lebih Simple

beberapa hari lalu saya sempet minta saran mengenai tampilan themes saya(single postnya), kata mereka halaman depanya sudah ok atau lumayan. sedangkan halaman single postnya ngjereng, jelek + ngga ok banget

Orang besar bukan orang yang otaknya sempurna tetapi orang yang mengambil sebaik-baiknya dari otak yang tidak sempurna.

beberapa hari lalu saya sempet minta saran mengenai tampilan themes saya(single postnya), kata mereka halaman depanya sudah ok atau lumayan. sedangkan halaman single postnya ngjereng, jelek + ngga ok banget

Last Modif at July 8th, 2011

beberapa hari lalu saya sempet minta saran mengenai tampilan themes saya(single postnya), kata mereka halaman depanya sudah ok atau lumayan. sedangkan halaman single postnya ngjereng, jelek + ngga ok banget. sejenak saya berpikir “wah, gimana ya! apakah harus buat themes lagi?”. padahal themesku yang dulu itu bikinya rumit banget, pada thmes itu juga(themes lama) sudah saya tambahkan dom dan dhtml, binkinya juga ngga mudah. tapi karena kritikan temen-teman, terutama warga kaskus+koment yang kebanyakan isinya tentang tampilan single post, ya mau ngga mau “buat themes lagi”.

themesku yang sekarang tampilanya lebih simple + ngga beribet. warnanya sedikit lebih buram, saya juga ngga menambahkan sidebar karena saya bingung “widget apa yang akan saya pasang nanti”, sobat kan tahu widget itu hanya menambah loading blog(kasihan kan clientnya).

pada halaman archives, tag, kategory, not fount, search dan page tidak saya saya ubah sedikit pun. ini untuk mengenang themes ku yang dulu, abisnya saya sudah terlanjur suka. yah, walaupun sobat-sobat ngga suka, tapikan single postnya sudah simple “sobat kan baca artikelnya di single post” bukan di halaman lainnya.

ketika mau buat themes

sebelum membuat themes yang paling pertama di pikirkan adalah “seperti apa themes yang akan di buat nantinya”, akhirnya saya bertanya kebeberapa sobat saya. jawaban dari merekapun beda-beda, sayapun memilih jawaban terbanyak yaituh “simple”. sebenarnya si saya berencana untuk hubungin master web designer, hanya saja “dia mau ngga reply email saya, kalaupun di reply mungkin seminggu atau sebulan kemudian kemudian, nah kalau kebutuhan mendesak gimana? apa masih mau berharap? saya pikir mencoba itu jauh lebih baik ketimbang menunggu jawaban yang ngga pasti “. setelah memutuskan untuk membuat themes simple, yang saya pikirkan selanjutnya adalah warna, kalaupun themes itu sangat wow, tapi kalau warnanya ngga pas “sama saja boong”, disini memilih warna yang hampir mirip dengan dashboard wordpress. setelah prencanaan sudah selesai langkah selanjutnya ialah pembutan themes. sempat berpikir untuk “pakai photoshop”, mumpung karena kebutuhan mendesak dan pembutan themes dengan photoshop itu memakan waktu yang cukup lama, akhirnya saya memutuskan untuk tidak menggunakan photoshop dan mulai ngoding dengan jari-jari yang sudah gatal ini :), jadi deh seperti ini.

saranya

menurut agan, gimana tampilan themes saya sekarang?

  • apakah jelek?
  • apakah kurang pas?
  • apakah fotnya sulit dibaca?
  • apakah bikin sakit mata?
  • apakah jenuh?
  • apakah beribet?
  • apakah waktu ngereloadnya terlalu lama?
  • apakah kurang enak dipandang?
  • ataukah apakah-apakah lainya?
  • saran lainya ya :)

silakan ningalin komentar, untuk memberi saran :)

Indam

A geek, frontend developer. Like you, coding & experiment.
#web #design #ui #ux #standard #dreamer
#welding #interisti #beer #coffee

8 thoughts on “Ganti Themes Single Post yang lebih Simple”

  1. Rudy Azhar says:

    udah lebih keren tampilannya nich, tapi nulis komentar hurufnya kok jauh sekali spasinya ya?

  2. Rudy Azhar says:

    komentar saya kok ngga muncul, apa ketangkep Satpam ya?

  3. mas doyok says:

    sekedar masukan kang indaam
    aku kurang suka fontnya

  4. ganda says:

    Masih kurang.

  5. Front end nya nyentrik banget……

  6. iskandaria says:

    Kalau menurut saya terlalu rame mas, terutama pada bagian atas posting, tepatnya pada menu navigasi. Akan lebih baik jika navigasinya lebih disederhanakan, biar tidak memusingkan. Page navigation mungkin lebih baik ditaruh di bawah kolom posting (sebelum kolom komentar).

    Sementara ini dulu masukan saya. Salam kenal.

  7. ardianzzzz says:

    Jelek atau tidak? Subyektif sekali ya :)
    Mungkin kita berbeda persepsi dalam menilai desain yang bagus. Saya sendiri memilih pixel perfect & simpel.

    Untuk blog ini sepertinya go crazy with style. Mulai dari penggunaan grid layout hingga ukuran & berat font.

    Secara garis besar saya tidak suka, hehe saya bukan penganut aliran desain semacam ini.Tapi boleh kan berkreasi. :)

  8. ardianzzzz says:

    Haha.. suka dengan fitur gonta-ganti style. Seperti menawarkan User experience yang baik bagi pengguna :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Disclaimer, FAQ & License

Hello Gaes, untuk tujuan apapun semua content text di blog ini dapat di copas, tanpa harus menulis sumbernya. Namun content yang berupa gambar--harus Anda periksa kembali lisensinya.

Adapun(mungkin) sebagian content blog ini sudah kadaluarsa atau sudah tidak relevan, contoh :'Theme default WordPress 3+ adalah Twentyten 'apakah selamanya Twentyten?' ngga kan? Indam selaku pengelolah berharap melaporkan jika menemukan content basi yang mungkin dapat menimbulkan salah persepsi tentang content dan konsep itu sendiri. Oia, karena blog ini bersifat pribadi dan bukan untuk komersil, mungkin anda juga akan menemukan tulisan tentang aku dan hal-hal rancu yang sama sekali ngga ada hubungan dengan web dan blog-blogan. Perlu dicatat: Indam selaku pengelolah tidak bertanggung jawab atas kerugian materi, waktu, tenaga, pikiran yang mungkin ditimbulkan dari sini. So, pandai-pandai yah dalam memilah informasi. Thanks for reading.

Quote

Ketika Anda melihat orang lain mengangkat dirinya dengan cara merendahkan orang lain, sebenarnya orang itu lebih rendah dari mereka yang direndahkan. Phidias--greece filsuf

+
-